Kawakibul Fushoha

Peran Dauroh Quran Dalam Persiapan Praujian Termin

Indo,Kegiatan

Tatkala ada yang bertanya, apa persiapan anda untuk menghadapi ujian mendatang? Lantas, apa yang akan anda jawab? Mungkin banyak dari kita terlampau fokus hanya pada materi yang akan diujikan, sampai lupa bahwa segala materi itu berpacu pada dua hal, kesiapan otak dan hati.

Bukan hanya tentang mempelajari banyak materi, melainkan bagaimana mempersiapkan otak untuk menerima berbagai macam informasi. Saat otak terbiasa dilatih, tak heran jika ia mampu dengan mudah mencerna dan memahami.

Termasuk yang tak kalah penting adalah mengatur agar hati tak jumawa, merasa mampu dengan mudah menghadapi ujian, tak pula pesimis ataupun menyerah bahkan sebelum berperang. Bukan hal yang mudah, tapi usaha yang bisa kita lakukan adalah mendekatkan diri pada Allah sang pemilik hati.

Dalam hal ini, Kawakibul Fushoha sejak bertahun-tahun yang lalu telah menyediakan langkah efektif untuk kedua hal tersebut, yaitu Dauroh Qur’an Pratermin. Mungkin terlintas di benak kita, bukankah lebih baik kita belajar saja daripada menghabiskan waktu untuk membaca dan menghafal Al-Qur’an?

Justru disitu lah letak kemuliaannya. Saat Dauroh Qur’an, otak dipacu untuk menghafal sekian lembar dalam kurun waktu sekian jam, dan ini dilakukan setiap hari, selama satu pekan tanpa gadget tanpa distraksi. Dan terbukti, setelahnya otak akan lebih mudah dalam memahami dan menghafal materi-materi yang kita pelajari, setidaknya itulah yang saya rasakan sejauh ini.

Tak hanya itu, Al-Qur’an sebagai mukjizat terbesar nabi kita baginda Muhammad saw., dan firman Sang Pencipta Alam yang mana membaca satu hurufnya bernilai sepuluh kebaikan, menjadi perantara untuk kita membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa tentunya harus disertai ketulusan niat dan keikhlasan dalam menghafalnya.

Sedikit cerita dari pengalaman pribadi, ketika dauroh terakhir sebelum termin dua kemarin, di sana alhamdulillah semangat saya sedang membara, saya menargetkan diri untuk menyelesaikan satu juz dalam sehari, agar saat selesai dauroh, saya genap menyelesaikan hafalan. Awalnya saya ragu, apakah bisa? Tapi karena keinginan yang kuat, alhamdulillah biiznillah wa qudrotihi saya bisa menyelesaikan target tersebut.

Nasihat syekh yang selalu melekat adalah, sidqul irodah. Jika kita benar benar menginginkan sesuatu, tentu akan ada beribu jalan untuk mencapainya. Sebaliknya, jika kita tidak benar benar menginginkan sesuatu, maka akan ada berjuta alasan untuk menyerah atasnya.

“Jadi tanyakan kembali pada diri kita masing masing, apakah saya tidak mampu, ataukah saya tidak mau?”

Oleh karna itu, saya memohon doa kepada teman-teman semua, semoga saya bisa menjaga apa yang selama ini telah saya upayakan dan bersusah payah atasnya, semoga Allah memberi kemudahan dan keistiqomahan dalam murojaah, aamiin.

Terimakasih dan rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah Yang Maha Esa, karena telah mengirim saya ke tempat ini, tempat menuntut ilmu dan terus tumbuh dengan nilai nilai Al-Qur’an, bersama syaikhuna al jalil, syekh Syarafuddin Al-Azhari hafizohullah ta’ala wa ro’ah yang tak pernah lelah tak hanya mengajarkan, namun membimbing kami agar tetap pada poros yang memang Allah perintahkan. Semoga engkau selalu dalam lindungan-Nya, dan dikelilingi keberkahan dan kebaikan setiap harinya, aamiin yaa robbal ‘alamiin.

 

Kairo, 23 Juni 2026

Rayya Astari Putri

Tags:

Dauroh , Kawakibul Fushoha , kegiatan , Makalah Indo
Share This :

Recent Posts

Punya Pertanyaan Tentang Kawakib?

Hubungi admin di sini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *