Kawakibul Fushoha

Puji dan syukur kepada Allah Swt. Semoga selawat dan salam selalu tercurahkan kepada nabi-Nya, Muhammad Saw.

Menjaga hafalan dan ‘mengistiqamahkan’ rasanya memang sulit untuk bisa dicapai, begitu banyak para penghafal Quran yang ketika sudah khatam dan selesai hafalannya, tidak dijaga dan akhirnya hilang sia-sia.

Termasuk juga Alfaqir ini, yang masih banyak membuang waktunya untuk yang sesuatu yang kurang bermanfaat. Namun tetap bersyukur masih bisa Allah berikan Allah motivasi dari orangtua untuk selalu menjaga, dan guru yang selalu menyimak hafalan, dari awalnya yang dirasa pahit menjadi manis seperti rasa madu.

Selain itu, keistiqomahan dalam menjaga hafalan dan kebiasaan untuk ‘membersamai’ Quran merupakan kunci dari keberhasilan penghafal Quran. Misalnya, untuk bisa tasmi’ hafalannya dalam sekali duduk, mereka perlu usaha yang panjang dan butuh waktu lama untuk bisa menyempurnakannya.

Dan bisa disebut suatu “keberuntungan” bagi alfaqir ini, disaat pergi berziarah ke Baitullah bersama Dr. Syekh Syarafuddin al-Azhari dan teman-teman kuliah, bisa diberikan kesempetan menyetorkan hafalan bil ghaib 30 juz di depan ka’bah. Seolah sebagai pengejawantahan pengalaman dan hasil usaha terdahulu, doa, duka, tangisan, dan haru. Semoga dengan momen ini, bisa memberikan manfaat untuk banyak kalangan.

Terima kasih kepada orang tua dan terkhusus untuk guru alfaqir, Dr. Syekh Syarafuddin al-Azhari yang senantiasa memberikan motivasi-motivasi kebaikan sampai bisa melangkah sampai sekarang ini, serta teman, sahabat, dan rekan-rekan yang membersamai dalam tasmi’ ini.

Diharapkan dengan tasmi’ ini, bisa menambah ketekunan, menjadi motivasi diri dalam menjaga hafalan, serta wasilah untuk selalu dekat dengan Al-Quran, dan menjadi keberkahan untuk semua yang membersamai dalam Rihlah Umrah Kawakibul Fushoha

Penulis : Adelu Hikam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *