Kawakibul Fushoha

Berkata Abu Ala Ma’ari

“Manusia bagi manusia yang lain, baik masayarakat tradisional maupun modernnya

Masing-masing dari mereka saling membantu walaupun tanpa mereka sadari”.

Dirangkum dari perkataan Syekh kita tercinta Syekh Syarofuddin Al-Azhary ketika menjelaskan bait syair yang luarbiasa ini bahwa kehidupan memiliki dua sisi, ada saatnya kita membantu dan ada saatnya kita dibantu.

Siapapun yang membantu maka suatu saat ia pasti akan dibantu, dan siapapun yang dibantu saat ini pasti pernah menghaturkan bantuan dan karena itu ia akan dibantu kelak, mau tidak mau. Maka dari itu, membantu adalah kelaziman bagi mereka yang merasa telah dibantu, karena “khidmah” merupakan puncak dari pengakuan dan wajah dari rasa syukur.

Membantu dalam kebaikan adalah tanggung jawab, Allah berfirman:

{ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَ ٰ⁠نِۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِیدُ ٱلۡعِقَابِ }

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya”.

{ مَن جَاۤءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَیۡرࣱ مِّنۡهَا وَهُم مِّن فَزَعࣲ یَوۡمَىِٕذٍ ءَامِنُونَ . وَمَن جَاۤءَ بِٱلسَّیِّئَةِ فَكُبَّتۡ وُجُوهُهُمۡ فِی ٱلنَّارِ هَلۡ تُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ }

“Barang siapa membawa kebaikan, maka dia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, sedang mereka merasa aman dari kejutan (yang dahsyat) pada hari itu. Dan barang siapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (setimpal) dengan apa yang telah kamu kerjakan”.

Setiap yang beramal pasti mendapatkan ganjaran dan ia akan dimintai pertanggungjawaban. Dedikasi dan pengerbanan demi khidmat umat sekalipun tak akan melahirkan penyesalan, justru penyesalan terhebat adalah ketika kita sadar posisi kita dihadapan Allah setelah kita lalai dalam berkontribusi bagi Islam.

Bertolak dari hal tersebut, atas berkat rahmat Allah khidmah dan pembuktian rasa syukur telah rampung direalisasikan dalam kurun waktu 1 tahun penuh. Mereka berjalan dan saling bergandengan di atas kerja keras dan dedikasi yang tak diragukan, sehingga sampailah mereka di garis finish kepemimpinan yang dibungkus dalam acara “Laporan Pertanggung Jawaban” (LPJ), bertempat di Dar Ibnu Malik, pada tanggal 5 Agustus 2023 dengan predikat Jayyid Jiddan (baik sekali). Hasil itu mereka dapatkan dari 100 program kerja yang berhasil terwujud. Merekalah Idariyuun (Dewan Pengurus) Kawakibul Fushoha 2022/2023 beserta jajarannya di bawah pimpinan Ustadz Alyafi dan Ustdz Pandega juga Ustadzah Nadya dan Ustadzah Almasah.

Telah kita ketahui bersama, bahwa inovasi dan kreasi yang baik tidak seharusnya terhenti pada kelompok atau zaman tertentu, ia butuh akan adanya reformasi dan evaluasi yang baik, hal itu tak bisa terwujud tanpa adanya demokrasi beserta regulasi yang tepat dari setiap kandidat yang memang memiliki potensi dan bukti riil akan potensi dan dedikasinya. Maka dari itu, alhamdulillah panitia telah berhasil mengadakan acara “Pemilihan Ketua” tepat setelah LPJ selesai dilaksanakan. Sehingga setelah proses demokrasi dilangsungkan diambillah keputusan bahwa yang pantas untuk menduduki kursi ketua adalah Ustadz Yahya dan Ustadzah Lailia.

Beribu syukur dan selamat kawakib haturkan bagi para dewan pengurus terdahulu beserta jajarannya atas keberhasilan mereka dalam pengabdian setahun penuh. Pun kami haturkan do’a bagi para dewan pengurus baru beserta jajarannya, semoga Allah kuatkan langkah dan tali kebersamaan kalian serta Allah jadikan kepengurusan baru ini lebih baik dari para pendahulunya, semoga Allah selalu membersamai niat baik kalian semua, Allah berkahi setiap langkah pembelajaran kalian semua baik pengurus lama ataupun baru aamiin yaa rabbal alamin.

Tak lupa pula kami sampaikan terimakasih dan penghargaan tak terhitung bagi Syekh kita semua Syekh Syarofuddin Al-Azhary atas segala bentuk pengorbanan beliau yang tak bisa kami sebutkan satu persatu, semoga Allah senantiasa berikan beliau nikmat sehat wal afiat, nikmat istiqomah dalam kebaikan dan jalan menyebarkan kebenaran, semoga Allah senantiasa membersamai beliau dengan berbagai wasilah rahmat Allah subhanahu wataala aamiin aamiin yaa arhamarrahimiin

Penulis: ustadz Ramadhika Dwi Putra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *